Seorang Merasa Cukup Beribadah Saja
Suatu hari disebuah kerajaan. Kerajaan itu sedang mencari pegawai untuk bekerja di kebun kerajaannya. Maka datanglah berduyun-duyun orang untuk menjadi tukang kebun raja.
Singkat cerita. Sudah terpilih seorang tukang kebun kerajaan yang terseleksi dari sekian banyak orang diseluruh kerjaan. Lalu Raja memanggil Petugas Kebun itu. Raja menjelaskan tugas-tugasnya.”Tahukah kamu bahwa tugasmu adalah MENYIRAM, MEMUPUK, MEMOTONG TANAMAN LIAR?”
“Tentu saja, baginda Raja. Saya sudah terbiasa untuk kerja seperti itu..”jawab si Tukang Kebun.
“Baiklah mulai saat ini kau boleh bekerja…” perintah Sang Raja
Sore harinya, para penghuni kerajaan bermain-main dihalaman kerajaan. Salah satu seorang anak raja yang masih kecil meninggalkan arena bermain dan berlari ke kebun kerajaan, disana terdapat sumur yang dalam.
Si Tukang Kebun melihat anak raja tersebut berlari mendekati sumur. Mengingat tugasnya hanya menyiram, memupuk, memotong tanaman liar, dia membiarkan anak raja itu. Ternyata anak raja tersebut berlari dengan kencang dan terantuk hinngga masuk ke dalam sumur. Si Tukang Kebun diam saja, sibuk dengan pekerjaannya.
Hal itu diketahui Sang Raja, dia marah dan memanggil tukang kebun tersbut. “Wahai Tukang kebun, tahukah engkau anakku berlari ke kebun mu dan dia masuk kedalam sumur?”
“Tentu saja baginda..”jawabnya tenang.
“Lalu kenapa kamu biarkan anakku itu, sampai dia tercebur kedalam sumur?” tanya Raja dengan geramnya.
“Wahai baginda, setahuku tugasku hanya menyiram, memupuk, memotong tanaman liar, bukankah begitu?” jawab si Tukang kebun.
Dengan marah, Sang Raja berteriak, “Penggal kepalanya sekarang juga!!!”
Hanya dengan hitungan detik, kepala si Tukang kebun itu berpisah dengan badannya asbab terpotong oleh pedang pengawal Raja.
Mengapa Sang Raja begitu marah? Padahal menurut si Tukang Kebun jelas bahwa tugasnya hanya menyiram, memupuk, memotong tanaman liar. Sesungguhnya si Tukang Kebun melalaikan hal lain, ketika dia masuk kedalam istana, tugasnya pun bertambah tida hanya untuk menyiram, memupuk dan memotong tanaman liar. Melindungi keluarga raja juga adalah tugasnya.
Begitu ummat muslim, tugas di dunia ini bukan hanya untuk beribadah saja. Tetapi tugas seorang muslim adalah menyelamatkan – melindungi pula seluruh mahluk-Nya termasuk ummat manusia azab-Nya. Sehingga kita akan terhindar pula dari azab Allah SWT.
Lalu bagaimana cara menghindari azab kita dan ummat lainnya terhindar dari azab Allah SWT? Maka jalan pekerjaan lain yaitu, tugas berda’wah. Tugas berda’wah ini bukanlah tugas para Nabi saja, para Ulama saja tapi tugas daripada kita semua sebagai manusia.
Sesungguh da’wah dari seorang DA’I tanpa meminta imbalan apapun adalah da’wah yang akan mendatangkan hidayah.
“Ikutilah orang yang tidak meminta upah didalam dakwahnya dan merekalah orang mendapat hidayah” (QS. Yasin:21)
Maka da’wah kanlah walau yang kamu ketahui satu ayat, banyak kebesaran Allah yang bisa kau sampaikan. Insya Allah…

Tinggalkan Balasan